Erau 2026 Ramai dan Tertib, Rendi Sebut Belimbur di Kukar Sudah Buktikan Aman dan Damai

redaksi

Distriknews.co, TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menilai pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu perbedaan tersebut adalah masuknya Erau sebagai salah satu event nasional dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Dari sekitar 3.000 event di Indonesia, Erau masuk dalam 100 besar KEN tahun ini.

“Erau tahun 2026 saya rasa sangat berbeda dibandingkan Erau-Erau sebelumnya. Pertama, Erau tahun 2026 masuk menjadi salah satu event nasional. Dari sekitar 3.000 event di Indonesia, Erau menjadi salah satu yang masuk dalam 100 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026,” kata Rendi saat menghadiri rangkaian prosesi Mengulur Naga, Beumban dan Begorok di Keraton/Museum Mulawarman, Minggu (27/9/2026).

Rendi berharap Erau kembali masuk dalam daftar KEN pada 2027. Namun, ia menyebut keberlanjutan tersebut belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada proses dan perkembangan pelaksanaan event.

“Harapannya, Erau bisa bertahan pada 2027. Namun, untuk masuk kembali pada 2027 tentu belum pasti. Kami masih melihat bagaimana perkembangannya,” ujarnya.

Meski demikian, Rendi melihat antusiasme masyarakat selama pelaksanaan Erau 2026 menjadi salah satu hal positif. Menurutnya, bukan hanya masyarakat Tenggarong dan Kukar yang menunjukkan antusiasme, tetapi juga masyarakat Kalimantan Timur.

“Tetapi melihat antusiasme masyarakat Tenggarong hari ini, masyarakat Kutai Kartanegara, bahkan masyarakat Kalimantan Timur, saya melihat antusiasmenya sangat luar biasa. Harapannya, Erau kembali masuk KEN pada 2027,” katanya.

Selain tingginya antusiasme, Rendi juga menyoroti pelaksanaan rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan tertib. Ia mengatakan tidak ditemukan penggunaan air kotor, perkelahian, pelecehan, maupun kejadian lain yang tidak diharapkan.

“Selain itu, yang kami lihat juga sangat positif. Tidak ada yang menggunakan air kotor, tidak ada perkelahian, tidak ada pelecehan, dan tidak ada kejadian-kejadian seperti yang tidak kita harapkan sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Rendi, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan positif dalam pelaksanaan Erau, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Ia mengatakan pada pelaksanaan sebelumnya masih ditemukan sejumlah kejadian yang tidak diharapkan, termasuk penggunaan air kotor. Namun, menurutnya, masyarakat Kukar dan Tenggarong pada pelaksanaan tahun ini telah menunjukkan bahwa kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan damai.

“Pada pelaksanaan sebelumnya, penggunaan air kotor dan kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan masih banyak terjadi. Namun, hari ini masyarakat Kutai Kartanegara sudah bisa membuktikan, masyarakat Tenggarong juga sudah bisa membuktikan bahwa Kutai Kartanegara aman dan damai,” ujarnya.

Rendi juga memperkirakan jumlah masyarakat yang hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut mencapai lebih dari 50 ribu orang. Perkiraan itu didasarkan pada kondisi jalan yang dipenuhi masyarakat sepanjang jalur pelaksanaan kegiatan.

“Ini yang terbanyak. Kalau saya perkirakan, mungkin ada lebih dari 50 ribu orang,” katanya.

Ia bahkan menyebut perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan angka 40 ribu orang yang sebelumnya disebutkan. Menurut Rendi, kepadatan masyarakat terlihat sepanjang jalur kegiatan yang disebut mencapai sekitar 6 hingga 7 kilometer.

“Kalau tadi disebut 40 ribu, saya kurang setuju. Menurut saya, lebih dari 50 ribu orang. Karena sepanjang sekitar 7 kilometer itu penuh dan kondisi jalan sangat padat,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?