Distriknews.co, Jakarta – Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan Interpol dan BAIS menangkap Dewi Astutik, perempuan berusia 43 tahun yang masuk daftar buron internasional dalam kasus penyelundupan dua ton sabu bernilai Rp 5 triliun. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Dewi ditangkap di Kamboja dan akan diterbangkan ke Indonesia hari ini. Kepala BNN memimpin langsung operasi tersebut.
BNN belum membeberkan rincian proses penangkapan. Lembaga itu menyatakan akan menggelar konferensi pers sesaat setelah Dewi tiba di Jakarta. Penangkapan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memutus jalur distribusi jaringan narkoba internasional yang selama ini bergerak lintas negara Asia.
Nama Dewi sudah menjadi perhatian publik sejak ia masuk daftar buron Interpol. Ia diduga menjadi aktor utama dalam penyelundupan dua ton sabu yang diungkap BNN beberapa waktu lalu. Kasus itu merupakan salah satu penyergapan terbesar dalam sejarah pemberantasan narkoba di Indonesia. Nilai barang bukti mencapai Rp 5 triliun.
Menurut keterangan beberapa warga di Dusun Sumber Agung, Ponorogo, Dewi pernah tinggal di wilayah tersebut setelah menikah dengan pria setempat pada 2009. Warga mengenalnya sebagai tenaga kerja wanita yang sering berpindah negara tempat bekerja. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Dewi pernah bekerja di Taiwan, Hong Kong, hingga akhirnya menetap di Kamboja sebelum ditangkap.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa Dewi sering mengganti penampilan. Ia kerap mengubah gaya rambut dan dandanan. Kebiasaan itu dinilai memudahkan pelariannya dari kejaran aparat. Tetangga bernama Mbah Misiyem mengatakan Dewi pernah pamit bekerja ke Kamboja selepas Lebaran 2023. Dewi mengaku tidak betah tinggal di rumah karena tidak memiliki pekerjaan tetap.
Sebelum ke Kamboja, Dewi diketahui bekerja cukup lama di Taiwan. Ia pulang sebentar ke Ponorogo sebelum kembali pergi. Pergerakan bolak baliknya menjadi perhatian aparat karena dinilai berkaitan dengan aktivitas jaringan narkoba internasional. Fakta tersebut turut diperkuat oleh hasil investigasi BNN yang menghubungkannya dengan operasi penyelundupan dalam skala besar.
BNN menyebut kerja sama internasional menjadi faktor penentu penangkapan Dewi. Interpol berperan dalam pelacakan lintas negara, sedangkan BAIS terlibat dalam pemetaan jaringan yang beroperasi di Asia Tenggara. Keberhasilan operasi ini diharapkan memutus alur distribusi narkoba dari luar negeri menuju Indonesia.
Kedatangan Dewi di Indonesia akan menjadi titik awal pemeriksaan mendalam. BNN disebut telah menyiapkan rangkaian penyidikan untuk membongkar hubungan Dewi dengan para pemasok dan kaki tangan di berbagai negara. Aparat juga memetakan kemungkinan adanya jaringan baru yang muncul setelah penangkapan sindikat besar sebelumnya.



