Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Loa Sumber, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berupaya menekan angka stunting melalui penguatan pelayanan Posyandu dan pemberian makanan tambahan bagi kelompok sasaran. Berdasarkan laporan akhir tahun lalu, kondisi stunting di desa tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Desa Loa Sumber, Sukirno, mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya masih terdapat anak yang mengalami stunting di wilayahnya. Namun, berdasarkan laporan yang disampaikan pada akhir tahun lalu, jumlah kasus tersebut telah mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, di Desa Loa Sumber pada tahun-tahun sebelumnya memang masih ada, tetapi jumlahnya mengalami penurunan. Pada akhir tahun lalu, berdasarkan laporan yang kami sampaikan, kondisinya sudah menunjukkan perbaikan,” ujar Sukirno, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, upaya menekan stunting dilakukan melalui keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan sesuai kebutuhan warga.
Sukirno menjelaskan, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada anak yang telah terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan memperhatikan pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.
Pemberian makanan tambahan menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi kelompok tersebut. Pemerintah desa berupaya menjalankan kegiatan ini sebagai bagian dari langkah pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa.
“Dengan adanya enam SPM dan keterlibatan berbagai pihak, kami berupaya menurunkan angka stunting. Pemberian makanan tambahan juga menjadi salah satu upaya yang kami lakukan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan,” katanya.
Meski laporan akhir tahun lalu menunjukkan perbaikan, Sukirno belum dapat memastikan kondisi terbaru stunting di Desa Loa Sumber pada 2026. Ia mengatakan masih perlu memeriksa kembali data dan laporan terbaru sebelum menyampaikan angka maupun status kasus tahun ini.
“Untuk tahun ini, saya belum menerima laporan terbaru. Namun, berdasarkan laporan akhir tahun lalu, sudah ada penurunan. Untuk data pasti tahun ini, saya perlu memeriksa kembali laporan yang tersedia,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah desa masih memerlukan pemutakhiran data untuk mengetahui perkembangan kondisi stunting secara akurat. Data terbaru tersebut penting sebagai dasar untuk melihat hasil upaya yang telah dilakukan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya.
Sukirno berharap upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat terus berjalan melalui pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan, serta keterlibatan berbagai pihak. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan data yang diperbarui, penanganan stunting di Desa Loa Sumber diharapkan semakin terarah sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah desa juga perlu memastikan pemantauan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan tetap menjadi perhatian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pemenuhan gizi sekaligus mendukung tumbuh kembang anak di Desa Loa Sumber. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany


