Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui pengelolaan langsung sumber daya alam (SDA). Upaya tersebut mencakup pengajuan konsesi pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, serta pemanfaatan gas untuk mendukung kebutuhan nelayan dan industri.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah tidak ingin hanya mengandalkan penerimaan royalti dari pemerintah pusat, tetapi juga ingin terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi di wilayahnya.
“Kami ingin menjadi pelaku langsung dalam kegiatan perekonomian, terutama di sektor pertanian, pertambangan, serta minyak dan gas bumi yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab Kukar tengah menyiapkan permohonan konsesi pertambangan dan perkebunan kelapa sawit kepada pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi daerah untuk mengelola potensi sumber daya alam secara langsung.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan permintaan alokasi gas dari Eni yang akan dialirkan melalui Muara Badak dan Marang Kayu hingga Bontang. Gas tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan fasilitas compressed natural gas (CNG), yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nelayan dan pelaku industri sekaligus menunjang pengembangan kawasan industri di Marang Kayu.
“Kami sedang menyiapkan permintaan alokasi gas yang akan dialirkan dari Eni melalui wilayah Muara Badak dan Marang Kayu hingga Bontang. Gas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas CNG,” jelasnya.
Aulia juga berharap ada kebijakan yang memberi ruang kepemilikan saham bagi pemerintah daerah pada perusahaan yang beroperasi di Kukar. Ia mencontohkan perusahaan seperti Bayan, RMB, MHU, MHK, dan PMM sebagai pihak yang diharapkan dapat membuka peluang keterlibatan daerah.
Menurutnya, skema kepemilikan saham atau mekanisme seperti participating interest (PI) di sektor migas, dengan porsi yang dicontohkan sebesar 10–20 persen, berpotensi memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Untuk saat ini, Pemkab Kukar masih berfokus menyiapkan permohonan konsesi. Aulia menilai keterlibatan daerah dalam pengelolaan sumber daya alam penting karena pemerintah daerah dan masyarakat setempat turut menghadapi dampak persoalan sosial maupun operasional di lapangan.
Ia menegaskan, upaya memperkuat kemandirian ekonomi merupakan bagian dari cita-cita menjadikan Kukar sebagai daerah yang mampu mengelola potensinya sendiri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin berdiri di atas kaki sendiri, menjadikan Kutai Kartanegara sebagai daerah yang kuat dan mampu menyejahterakan masyarakatnya,” tegasnya. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Fachrizal Muliawan


