Distriknews.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperluas cakupan program Kukar Siap Kerja. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar dapat masuk ke sektor kerja formal, tetapi juga mendorong pengembangan usaha secara mandiri.
Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pihaknya hingga kini telah memberikan pelatihan kepada 318 orang melalui 10 jenis pelatihan unit kompetensi.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 305 orang mengikuti pelatihan yang bersumber dari APBD Kukar. Sementara 13 peserta lainnya memperoleh pelatihan melalui dukungan corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah badan usaha.
Selain pelatihan, Pemkab Kukar juga memfasilitasi masyarakat melalui pelaksanaan job fair pada 13-14 Juli 2026. Kegiatan tersebut menyediakan sekitar 340 lowongan pekerjaan dari sejumlah perusahaan yang berpartisipasi.
“Jumlah pencaker yang kita fasilitasi kurang lebih 1.000. Dan saat ini kita masih monitoring dan evaluasi beberapa yang ditempatkan di 20 perusahaan yang kemarin mengikuti job fair Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Dendy, Senin (28/9/2026).
Menurut Dendy, perluasan kesempatan kerja juga dilakukan melalui pengembangan tenaga kerja mandiri. Program tersebut menyasar enam kelompok binaan tenaga kerja mandiri yang tersebar di Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun, Muara Wis, Loa Kulu, dan Sebulu.
Dendy menjelaskan, pengembangan tenaga kerja mandiri menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar memperluas cakupan program Kukar Siap Kerja. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja di sektor formal, tetapi juga mulai memperkuat sektor informal melalui pengembangan wirausaha.
“Nah ini sebagai bentuk akselerasi kita bahwa kita tidak hanya fokus di siap kerja itu hanya di sektor formal, tapi juga informal. Di sektor informal ini kita menciptakan atau mengakselerasi untuk wirausaha mandiri,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kelompok tenaga kerja mandiri akan mendapatkan pelatihan selama lima hari. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta juga memperoleh bantuan modal usaha untuk memulai maupun mengembangkan usaha yang dijalankan.
Pemkab Kukar selanjutnya akan melakukan monitoring dan evaluasi pada bulan ketiga atau keempat setelah bantuan diberikan. Evaluasi tersebut bertujuan melihat perkembangan sekaligus keberlanjutan usaha yang dijalankan oleh para tenaga kerja mandiri.
“Nantinya hasil dari monitoring dan evaluasi tersebut kita akan dekatkan dengan program lanjutan yaitu program Kredit Kukar Idaman Terbaik atau melalui CSR atau badan usaha yang akan menjadi mitra atau menjadikan tenaga kerja mandiri itu sebagai binaannya,” pungkasnya. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Fachrizal Muliawan


