BUMDes Sumber Purnama Loa Sumber Raup Pendapatan Rp10 Juta, Produksi Gabah Jadi Tantangan

redaksi

Foto: Ilustrasi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Purnama di Desa Loa Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp10 juta. Namun, capaian tersebut belum memenuhi target yang diharapkan karena usaha yang dijalankan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari penurunan produksi gabah hingga biaya operasional.

Kepala Desa Loa Sumber, Sukirno, mengatakan pendapatan BUMDes sangat dipengaruhi kondisi pertanian di lapangan. Ketika petani mengalami kegagalan panen akibat kemarau panjang, produksi gabah menurun dan berdampak terhadap penerimaan usaha.

“Sudah menghasilkan, tetapi belum sesuai dengan target dan harapan kami. Situasi dan kondisi di lapangan sangat memengaruhi pendapatan, terutama ketika petani mengalami kegagalan panen akibat kemarau panjang,” ujar Sukirno, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, usaha BUMDes Sumber Purnama berkaitan erat dengan aktivitas pertanian dan hasil panen petani. Karena itu, perubahan produksi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kestabilan pendapatan dari waktu ke waktu.

Ia menyebut penurunan produksi gabah tidak hanya berdampak terhadap petani, tetapi juga memengaruhi kegiatan usaha BUMDes. Kondisi tersebut membuat pendapatan yang diperoleh belum bisa meningkat secara konsisten.

“Produksi gabah yang menurun tentu berdampak pada pendapatan BUMDes. Jadi, grafik pendapatan kami masih naik turun,” jelasnya.

Sukirno menyampaikan, pendapatan yang dicapai sejauh ini berada di kisaran Rp10 juta. Meski sudah menghasilkan pemasukan, nilai tersebut dinilai belum terlalu besar jika dibandingkan dengan harapan pengembangan usaha yang dijalankan.

“Untuk sementara, pendapatan yang kami capai sekitar Rp10 juta. Nilainya belum terlalu besar karena kami juga menghadapi kendala biaya operasional,” katanya.

Selain menghadapi tantangan produksi, Desa Loa Sumber tidak memiliki lahan pertanian sendiri. Meski demikian, BUMDes tetap menjalankan peran pendampingan dengan memberikan motivasi, edukasi, dan solusi kepada petani di wilayah Loa Kulu dan sekitarnya.

Jangkauan kerja sama BUMDes bahkan meliputi petani di sejumlah kecamatan lain, yakni Anggana, Kota Bangun, dan Tenggarong. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari kegiatan usaha pertanian yang dijalankan BUMDes Sumber Purnama.

Sukirno berharap usaha BUMDes dapat terus berkembang meskipun menghadapi kendala cuaca dan biaya operasional. Pengelolaan usaha yang menyesuaikan kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi agar kegiatan tetap berjalan.

Ia menegaskan, tujuan BUMDes tidak semata-mata mengejar pendapatan asli desa (PADes). Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari arah usaha yang dijalankan.

“Bagi kami, BUMDes bukan hanya soal mengejar pendapatan asli desa. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya petani, juga menjadi bagian penting dari tujuan usaha ini,” tegasnya.

Dengan pendapatan yang masih naik turun, BUMDes Sumber Purnama berupaya mempertahankan kegiatan usaha sekaligus memperkuat pendampingan kepada petani. Ke depan, kestabilan produksi dan pengelolaan biaya operasional menjadi tantangan yang perlu diperhatikan agar usaha dapat berkembang sesuai harapan.

Adapun angka sekitar Rp10 juta yang disampaikan Sukirno merupakan pendapatan yang telah dicapai. Sementara itu, apakah nilai tersebut merupakan pendapatan usaha atau pendapatan asli desa yang sudah disetorkan, masih memerlukan penjelasan lebih lanjut. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?