Empat Tahun Berturut-turut, Kukar Raih Peringkat Pertama TPID se-Kalimantan

Muhammad Zailany

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri.

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mencatatkan prestasi dalam pengendalian inflasi daerah. Selama empat tahun berturut-turut, Kukar meraih peringkat pertama di wilayah Pulau Kalimantan dalam penilaian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas perekonomian. Menurutnya, Kukar memiliki dua tim yang berperan dalam upaya tersebut, yakni TPID dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

“Kukar selalu menjadi juara pertama untuk wilayah Pulau Kalimantan dalam penilaian TPID. Prestasi ini telah diraih selama empat tahun berturut-turut,” ujar Aulia, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, pada penilaian terakhir Kukar kembali menempati posisi pertama untuk tingkat Pulau Kalimantan. Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan pengelompokan wilayah kepulauan.

Selain pengendalian inflasi, Pemkab Kukar juga mendorong perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat melalui TPAKD. Salah satu program yang tengah diimplementasikan ialah Kredit Kukar Idaman Terbaik, yang menyasar kelompok usaha produktif, seperti petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui program tersebut, pemerintah daerah memberikan subsidi bunga atas pinjaman yang diajukan masyarakat melalui perbankan. Skema ini dirancang untuk meringankan beban pembiayaan masyarakat yang membutuhkan modal usaha.

Aulia menjelaskan, dalam skema tersebut, debitur tetap berkewajiban mengembalikan pokok pinjaman, sedangkan beban bunga ditanggung oleh pemerintah daerah sesuai ketentuan program.

“Apabila seseorang meminjam Rp50 juta, pokok yang harus dikembalikan sebesar Rp50 juta. Adapun bunga pinjaman ditanggung oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia menyebut bunga pinjaman perbankan yang menjadi ilustrasi dalam skema tersebut berada pada kisaran 9–12 persen. Dengan subsidi bunga, masyarakat diharapkan dapat mengakses pembiayaan usaha dengan beban pembayaran yang lebih ringan.

Pemkab Kukar berharap keberadaan TPID dan TPAKD dapat saling mendukung dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah sekaligus memperluas kesempatan masyarakat mengembangkan usaha. Pengendalian inflasi diharapkan menjaga daya beli, sementara kemudahan akses pembiayaan dapat membantu sektor produktif meningkatkan kegiatan ekonominya. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany | Penyuntiing: Fachrizal Muliawan

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?