Hujan Perbaiki Kualitas Udara Kukar, DLHK Minta Warga Tetap Gunakan Masker

Muhammad Zailany

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta.

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Kualitas udara di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan beberapa kali mengguyur wilayah tersebut pada akhir Oktober 2026. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta, mengatakan perubahan kondisi udara mulai terlihat dari berkurangnya konsentrasi asap dan langit yang tampak lebih cerah. Namun, perbaikan tersebut belum dapat dipastikan melalui angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) karena pengukuran terbaru belum dilakukan setelah hujan turun.

“Memang, sebelum hujan turun, kualitas udara kita berada dalam kategori kurang sehat. Namun, setelah terjadi hujan beberapa kali pada akhir Oktober, berdasarkan pantauan kami, kualitas udara semakin membaik,” kata Yudiarta.

Berdasarkan hasil pemantauan terakhir pada 22–23 Oktober 2026, konsentrasi PM2,5 di halaman Kantor Bupati Kukar tercatat sebesar 86,70. Pada periode tersebut, nilai ISPU mencapai 133 atau masuk kategori tidak sehat.

Yudiarta menjelaskan, data itu merupakan hasil pengukuran sebelum hujan turun. DLHK belum memiliki angka terbaru untuk menggambarkan kondisi kualitas udara pada awal November, sehingga besaran penurunannya belum dapat disampaikan secara pasti.

“Namun, setelah terjadinya hujan, kami yakin nilai ISPU akan menurun. Hanya saja, kami belum bisa menyampaikan berapa angka penurunannya karena belum melakukan pengukuran kembali untuk kondisi udara pada awal November ini,” jelasnya.

Meski kondisi secara visual mulai membaik, DLHK tetap meminta masyarakat melakukan langkah perlindungan diri. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan mengenakan masker, terutama ketika menjalankan rutinitas pekerjaan atau keperluan lain yang tidak dapat ditunda.

“Harapan kami masyarakat tetap menggunakan masker ketika keluar rumah. Kemudian, mengurangi aktivitas di luar ruangan, kecuali untuk keperluan penting yang tidak bisa dihindari, seperti rutinitas pekerjaan. Silakan tetap beraktivitas, tetapi gunakan masker sebagai alat pelindung diri,” ujarnya.

Upaya pencegahan juga dianjurkan dilakukan dari dalam rumah. Masyarakat diminta menutup pintu dan jendela apabila tidak diperlukan untuk dibuka, serta memperbanyak minum air putih ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga yang memiliki air purifier dapat memanfaatkan perangkat tersebut untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, yakni anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita asma. Kelompok tersebut diimbau menghindari kegiatan di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Selain mengingatkan perlindungan kesehatan, Yudiarta meminta masyarakat tidak membakar sampah rumah tangga. Menurutnya, pembakaran sampah dapat menambah konsentrasi asap di udara, sehingga berpotensi memperburuk kondisi yang masih menyisakan polusi.

“Yang tidak kalah penting, karena saat ini masih terlihat sedikit asap, kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, termasuk sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Jangan sampai pembakaran sampah justru memperparah konsentrasi asap di udara,” tegasnya.

DLHK Kukar mengingatkan bahwa kondisi udara yang tampak lebih cerah belum menjadi dasar untuk menyatakan kualitas udara telah sepenuhnya normal. Pengukuran lanjutan diperlukan untuk mengetahui perkembangan kadar PM2,5 dan nilai ISPU setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kukar. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Fachrizal Muliawan

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?