Tragedi di Dojo: Remaja Boyolali Tewas Usai Ditendang Dua Kali Saat Latihan Silat

redaksi

Seorang remaja berusia 17 tahun asal Karanggede, Boyolali, meninggal dunia setelah menerima dua tendangan keras saat latihan silat. Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu malam, 21 Mei 2025, di Dukuh Brejen, Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede.

Korban, MPS, awalnya menerima tendangan pertama dari DW (18) di bagian perut dan sempat mengeluh kesakitan. Namun, ia diminta untuk berdiri kembali dan menerima tendangan kedua dari SW (16) yang mengenai ulu hati. Setelah itu, MPS jatuh pingsan dan akhirnya meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Hasil autopsi mengungkapkan adanya luka pada organ dalam korban, termasuk usus besar, usus halus, dan pendarahan di bagian dada. Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, menyatakan bahwa penyebab kematian adalah asfiksia atau mati lemas akibat trauma pada perut yang tidak tertangani dengan cepat.

Kedua pelaku, DW dan SW, telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Mereka diduga melakukan kekerasan fisik berupa tendangan sambil melompat yang menyebabkan kematian korban.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan menjadi peringatan serius bagi dunia pencak silat. Pihak berwenang diharapkan dapat mengevaluasi metode pelatihan dan memastikan keselamatan para peserta latihan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber: radarsolo

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?