Distriknews.co, TENGGARONG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara kembali menggelar agenda kaderisasi tingkat nasional melalui Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) dan Senior Course periode 2025–2026. Kegiatan yang dibuka di Pendopo Odah Etam, Jalan Mulawarman, Tenggarong, Sabtu (6/6/2026) malam itu diikuti puluhan kader dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 75 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 59 kader mengikuti LK II dan 16 orang lainnya mengikuti Senior Course. Mereka berasal dari sejumlah cabang HMI di berbagai wilayah dan akan menjalani serangkaian pelatihan, diskusi, serta penguatan kapasitas kepemimpinan selama beberapa hari ke depan.
Ketua Umum HMI Cabang Kutai Kartanegara, Zulhansyah, mengatakan kaderisasi merupakan ruh organisasi yang harus terus dijaga. Menurutnya, forum LK II dan Senior Course tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual kader, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai Kutai Kartanegara memiliki posisi yang strategis karena selain memiliki kekayaan budaya, daerah tersebut juga berada di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut menjadi peluang bagi para kader untuk memahami berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
“Kami ingin para peserta tidak hanya belajar tentang kepemimpinan dan keislaman, tetapi juga memahami kekayaan budaya serta tantangan pembangunan masa depan di Kalimantan Timur,” ujar Zulhansyah.
Menurutnya, melalui proses kaderisasi tersebut diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kapasitas serta kesiapan untuk mengambil peran dalam pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga datang dari Badan Koordinasi (BADKO) HMI Kalimantan Timur-Kalimantan Utara. Ketua Umum BADKO HMI Kaltim-Kaltara, Ashan Putra Pradana, menegaskan bahwa forum kaderisasi merupakan ruang penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan kader.
“Forum ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan kader. Ikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan manfaat maksimal,” katanya.
Ashan menilai pelaksanaan LK II dan Senior Course Nasional di Tenggarong kembali menunjukkan peran penting Kutai Kartanegara sebagai salah satu pusat kaderisasi HMI di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, memberikan apresiasi terhadap konsistensi HMI dalam menjaga tradisi kaderisasi. Menurutnya, proses pembinaan kader menjadi fondasi penting dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan.
“Adik-adik kader hari ini adalah matahari yang sedang terbit. Kelak mereka akan menjadi penerang bagi masyarakat dan bangsa. Karena itu proses kaderisasi harus terus dijaga dan diperkuat,” tutur Aulia.
Ia juga mengajak para peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk bertukar gagasan dan melahirkan pemikiran strategis, terutama dalam menyambut berbagai peluang dan tantangan yang hadir seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.
“Kita ingin tumbuh bersama IKN. Karena itu forum ini harus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar yang bermanfaat bagi daerah, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Pembukaan LK II dan Senior Course Tingkat Nasional HMI Cabang Kutai Kartanegara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, alumni HMI dan KAHMI, tokoh masyarakat, serta kader HMI dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain mengikuti pelatihan kader, para peserta juga dijadwalkan mengikuti kajian kebangsaan, diskusi strategis, hingga penguatan kapasitas kepemimpinan sebagai bagian dari upaya mencetak kader yang berdaya saing dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Penulis: Muhammad Zailany


