Distriknews.co, TENGGARONG – DPRD Kutai Kartanegara dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara merespons aspirasi yang disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara dalam aksi bertajuk “Evaluasi Program Kukar Idaman Terbaik dan Evaluasi APBD Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Anggaran 2026” yang digelar di depan Kantor Bupati Kukar dan Gedung DPRD Kukar, Kamis (23/7/2026).
Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Abdul Rasid, menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah yang saat ini sedang menghadapi tekanan fiskal.
“Kami menyambut baik apa yang dilakukan HMI Cabang Tenggarong yang telah menyampaikan aspirasi terkait kondisi Kutai Kartanegara saat ini,” ujarnya.
Abdul Rasid mengakui kondisi keuangan daerah saat ini berdampak terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan. Namun, menurutnya persoalan tersebut bukan hanya dialami Kutai Kartanegara, melainkan hampir seluruh daerah di Indonesia akibat adanya pemangkasan serta penundaan penyaluran dana dari pemerintah pusat.
“Kita sama-sama memahami bahwa kondisi Kutai Kartanegara memang sedang tidak baik-baik saja. Perekonomian daerah melemah dan ekonomi masyarakat juga ikut terdampak. Namun kondisi ini bukan hanya terjadi di Kutai Kartanegara, melainkan juga secara nasional,” katanya.
Ia mengungkapkan hingga kini masih terdapat hampir Rp300 miliar hak anggaran Kutai Kartanegara yang belum disalurkan pemerintah pusat. Menurutnya, apabila dana tersebut dapat dicairkan tepat waktu, kondisi fiskal daerah akan jauh lebih baik dan berbagai program pembangunan dapat kembali berjalan.
“Sebenarnya kondisi Kutai Kartanegara tidak akan seperti sekarang apabila hak daerah dari pemerintah pusat dapat disalurkan tepat waktu. Ada hampir Rp300 miliar anggaran Kutai Kartanegara yang hingga saat ini belum disalurkan,” ungkapnya.
Abdul Rasid menegaskan seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan hak anggaran tersebut. Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tetap berupaya merealisasikan program-program yang telah disepakati dalam APBD 2026 karena pembangunan di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kami juga berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutai Kartanegara ikut berperan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai pekerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan masyarakat lokal justru diberikan kepada pihak dari luar daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhamad Iryanto, mengatakan pemerintah memahami aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, secara ideal seluruh program kepala daerah memang harus dijalankan, namun kondisi fiskal yang terjadi secara nasional membuat pelaksanaannya tidak berjalan seperti kondisi normal.
“Kita memang sedang mengalami kesulitan fiskal dan itu merata di seluruh Indonesia. Jadi dalam pelaksanaan atau implementasi janji-janji Pak Bupati memang ada mengalami kesulitan, artinya tidak normal seperti biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pemkab Kukar telah melakukan berbagai langkah untuk menyesuaikan kebijakan dengan kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, strategi yang diterapkan adalah memprioritaskan belanja wajib terlebih dahulu sebelum mengalokasikan anggaran untuk pembangunan.
“Kalau dana kita terbatas sementara yang harus dibangun banyak, tentu kita akan memilih mana yang paling prioritas atau super prioritas. Pengeluaran yang sifatnya wajib seperti gaji pegawai, operasional kantor, listrik, air, dan kebutuhan dasar lainnya harus dipenuhi terlebih dahulu, baru sisanya dialokasikan untuk infrastruktur maupun kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Iryanto menambahkan pemerintah selama beberapa pekan terakhir terus menyusun berbagai strategi agar dampak penurunan fiskal dapat diminimalkan. Ia menilai masukan dari mahasiswa menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperkuat langkah-langkah yang telah dilakukan.
“Persis apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa tadi dan inilah yang akan kami coba lakukan penguatan-penguatan yang sebenarnya sudah kita lakukan selama beberapa minggu terakhir. Kita doakan saja semoga Kutai Kartanegara bisa melewati badai fiskal ini dengan baik,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Zailany


