Distriknews.co, TENGGARONG – Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Al-Ikhlas Tenggarong kembali menggelar latihan rutin penanganan kebakaran di kawasan Waduk Panji Sukarame, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi berbagai kejadian kebakaran di wilayah Kutai Kartanegara.
Koordinator Redkar Al-Ikhlas, Renaldy Pratama, mengatakan latihan rutin tersebut merupakan agenda yang secara konsisten dilaksanakan untuk mengasah kemampuan personel, sekaligus menjadi bahan evaluasi dari berbagai operasi pemadaman yang telah dilakukan.
“Kegiatan kami hari ini adalah latihan rutin simulasi penanganan kebakaran. Latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi musibah kebakaran,” ujar Renaldy.
Ia menjelaskan, selama Juli 2026, Redkar Al-Ikhlas terlibat dalam sejumlah penanganan kebakaran, di antaranya di kawasan Jalan Kampung Baru, Bukit Biru, hingga kebakaran terakhir di kawasan Blok D1 Tenggarong. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan personel di lapangan.
“Dari berbagai kejadian tersebut, kami terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan melalui latihan rutin,” katanya.
Menurut Renaldy, latihan rutin digelar dua kali setiap bulan, tepatnya setiap hari Sabtu. Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis, koordinasi antarpersonel, hingga penggunaan peralatan pemadam secara efektif.
Sementara itu, anggota Redkar Al-Ikhlas, Rahmat, menjelaskan pada latihan kali ini tim membawa satu unit mesin pompa air portable, satu gulung selang berukuran 2,5 inci, dua gulung selang berukuran 1,5 inci, serta perlengkapan pendukung berupa nozzle spray dan nozzle jet.
“Peralatan ini digunakan untuk melatih kemampuan anggota dalam pengoperasian mesin, penggelaran selang, hingga teknik penyemprotan air sesuai kondisi kebakaran,” jelas Rahmat.
Saat ini, Redkar Al-Ikhlas memiliki sekitar 30 anggota aktif dengan rentang usia 17 hingga 50 tahun. Namun, pada latihan kali ini diikuti oleh tujuh anggota yang dibagi ke dalam dua regu untuk mensimulasikan proses pemadaman secara terstruktur.
“Setiap regu memiliki pembagian tugas masing-masing, mulai dari petugas penyerang di bagian depan, helper, operator mesin, hingga komandan regu. Simulasi dilakukan agar koordinasi di lapangan lebih mudah dan efektif,” ujarnya.
Dalam latihan tersebut, anggota mempraktikkan teknik melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan lain, serta teknik pendinginan setelah api berhasil dipadamkan. Menurut Rahmat, kedua materi tersebut merupakan kemampuan dasar yang wajib dikuasai setiap personel karena sering diterapkan saat menangani kebakaran di lapangan.
Melalui latihan rutin ini, Redkar Al-Ikhlas berharap seluruh anggota semakin siap menghadapi situasi darurat serta mampu memberikan respons cepat dan tepat ketika terjadi kebakaran di wilayah Tenggarong dan sekitarnya.
Reporter: Muhammad Zailany


