BPBD Kukar Catat 36 Kebakaran, 80 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Hingga Rabu (12/8/2026), BPBD Kukar mencatat sedikitnya 36 kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah. Dari catatan penanganan di lapangan, kebakaran tersebut telah terjadi di 14 kecamatan di Kabupaten Kukar.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan kondisi kemarau mulai memasuki fase puncak sejak awal Agustus. Berdasarkan prediksi yang diterima BPBD, kondisi kering masih berpotensi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Prediksi musim kemarau dimulai dari 8 Agustus, ini sudah menuju ke puncak,” kata Aspianur.

Menurutnya, kondisi kemarau diperkirakan mulai mengalami sedikit penurunan pada September. Namun, kondisi kering masih berpotensi kembali meningkat sebelum akhirnya memasuki masa peralihan menuju musim hujan.

“September ini mungkin ada agak turun, kemudian naik lagi. Akhirnya baru turun kemungkinan di November. Jadi, Oktober itu akhir dari musim kemarau, baru berangsur turun pada November dan Desember,” jelasnya.

Aspianur menyebut Agustus menjadi periode yang perlu mendapat perhatian lebih karena bertepatan dengan puncak musim kemarau. Kondisi lahan yang semakin kering membuat material mudah terbakar sehingga api berpotensi lebih cepat menjalar dan meluas.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian tersebut, BPBD Kukar telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran. Pemetaan dilakukan dengan mengombinasikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), laporan masyarakat, serta hasil penanganan kejadian di lapangan.

“Wilayah rawan, kalau tadi saya sebutkan, data saya kombinasi dengan kawan-kawan BMKG. Saya sendiri berdasarkan hasil laporan, hasil laporan dan penanganan,” ungkap Aspianur.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian BPBD di antaranya Muara Badak, Sanga-Sanga, Muara Jawa, Samboja, Marangkayu, Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong, Samboja Barat, Tenggarong Seberang, hingga Muara Kaman.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Imbauan terutama ditujukan kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan serta mereka yang melakukan aktivitas pembukaan lahan.

Aspianur mengungkapkan, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam sejumlah kejadian kebakaran yang ditangani BPBD Kukar. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar hingga pembakaran sampah secara sembarangan menjadi beberapa pemicu yang kerap ditemukan.

“Rata-rata hampir 80 persen karena ada aktivitas pembukaan lahan, kemudian membakar sampah sembarangan. Ada juga faktor lainnya karena memang faktor alam,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?