Disdikbud Kukar Siapkan Sejarah Sultan AM Idris Masuk Kurikulum Sekolah

redaksi

Distriknews.co Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan penguatan pendidikan sejarah lokal di sekolah dengan memasukkan sosok Sultan Aji Muhammad Idris sebagai materi pembelajaran bagi pelajar mulai jenjang PAUD hingga SMP.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menanamkan pemahaman sejarah daerah sekaligus membangun rasa bangga generasi muda terhadap tokoh pahlawan nasional asal Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun bahan ajar yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh satuan pendidikan di Kukar.

“Terkait dengan ini, nanti akan kita siapkan bagaimana bahan pembelajaran yang akan dilanjutkan ke seluruh satuan pendidikan, baik PAUD, SD, maupun SMP,” ujar Heriansyah.

Menurutnya, pengenalan sejarah Sultan Aji Muhammad Idris penting dilakukan sejak dini agar anak-anak Kukar tidak hanya memahami sejarah nasional, tetapi juga mengenal tokoh besar yang berasal dari daerah sendiri.

Sultan Aji Muhammad Idris diketahui merupakan Sultan pertama Kesultanan Kutai Kartanegara sekaligus Pahlawan Nasional pertama dari Kalimantan Timur yang ditetapkan pemerintah pusat pada tahun 2021.

Dalam sejarah perjuangan Nusantara, Sultan AM Idris dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian besar karena rela meninggalkan tahta dan keluarganya demi membantu perjuangan melawan penjajah bersama Lamaddukelleng di Sulawesi.

Heriansyah menjelaskan, metode pembelajaran yang diterapkan nantinya akan disesuaikan dengan usia peserta didik. Untuk tingkat PAUD, pengenalan sejarah akan dikemas lebih ringan dan menarik melalui media visual.

“Kalau di PAUD tentu pendekatannya gambar-gambar atau bentuk karikatur. Nanti akan kita siapkan yang simpel,” katanya.

Sementara itu, bagi pelajar tingkat SD dan SMP, materi sejarah Sultan AM Idris akan dimasukkan dalam pembelajaran muatan lokal yang telah memiliki dasar hukum melalui peraturan daerah.

“Untuk pendidikan SD dan SMP, kita sudah punya perdanya. Kalau sudah punya perda berarti sudah ada payung hukumnya dan itu nanti akan kita distribusikan kepada satuan pendidikan,” jelasnya.

Ia menilai, penguatan literasi sejarah lokal menjadi penting di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan minimnya pengetahuan generasi muda terhadap sejarah daerah sendiri.

“Tentu ini penting agar anak-anak sejak sekarang sudah mengenal pahlawan nasional dari daerah kita sendiri,” tegas Heriansyah.

Selain memperkenalkan sejarah kerajaan, Disdikbud Kukar juga ingin menanamkan nilai patriotisme, pengorbanan, dan semangat persatuan yang diwariskan Sultan AM Idris kepada generasi muda Kukar.

Menurut Heriansyah, semangat perjuangan Sultan AM Idris masih sangat relevan di masa sekarang, terutama dalam membangun karakter generasi muda di tengah perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Tentu ini harus kita sampaikan bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara dari Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki seorang tokoh yang harus kita teladani dan menjadi spirit dalam mengisi pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara, yaitu Sultan Aji Muhammad Idris,” ujarnya.

“Beliau dengan gagah berani rela meninggalkan keluarga, tahta, dan jabatannya untuk membela mertuanya Lamaddukelleng di Sulawesi dalam mengusir penjajah,” sambungnya.

Ia berharap pengenalan sejarah Sultan AM Idris di sekolah nantinya mampu membangun rasa kebersamaan dan semangat persatuan di kalangan pelajar Kukar.

“Rasa kebersamaan di Nusantara itulah yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita, bahwa walaupun saat itu belum menjadi NKRI dan masih Nusantara, kita sudah punya semangat yang sama bahwa penjajahan di atas dunia harus dilawan,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?